Tetes Madu dan Riak Air : Kisah Asa dari Kalimantan
Program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Barito Utara berfokus pada dua inisiatif utama: budidaya madu kelulut di Desa Lemo I melalui GEMA MADU dan pengembangan teknologi bioflok di Desa Bintang Ninggi II. Kedua program ini dijalankan dengan dukungan CSR PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) untuk menciptakan sumber penghidupan alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar tambang. Di Desa Lemo I, program madu kelulut dimulai sejak 2022 dengan pembentukan kelompok tani hutan, penyediaan sarana budidaya, pelatihan teknis, hingga pendampingan kelembagaan. Program ini berkembang hingga tahap hilirisasi produk, memperkuat kemandirian kelompok, serta menjadikan madu kelulut sebagai komoditas unggulan desa. Sementara itu, di Desa Bintang Ninggi II, pencemaran Sungai Barito menurunkan produktivitas keramba tradisional. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperkenalkan sistem budidaya ikan bioflok yang efisien, ramah lingkungan, dan hemat pakan. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas panen, tetapi juga menggerakkan partisipasi ibu rumah tangga dan pemuda dalam usaha perikanan modern. Kedua program terbukti memberi dampak nyata: peningkatan pendapatan, lahirnya keterampilan baru, tumbuhnya solidaritas komunitas, serta penguatan kelembagaan melalui peran BUMDes. Ke depan, madu kelulut dan bioflok diharapkan menjadi model pemberdayaan desa berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Barito Utara.
Ditulis oleh: Retno Suryani, Rahma Safitri, Farah Fadhilah Ramadhani, Afan Fauzi Ramadhan, Farah Salsabila MW, Abdul Syukur, Ade Dwi P, Bagus Muhammad M, Roland David M, Reyhan Rojoalam P